FRANCESCO TOTTI dan JERSEY NO.10 NYA



Bagi kalian para fans Francesco Totti pasti sudah tau kalau dia sudah pensiun dalam bermain sepak bola, dan sudah menjadi legenda di kota Roma maupun dalam sepakbola dunia. Kali ini kita akan membahas tentang F.Totti dengan jersey nomor 10 nya, berikut ulasannya:

Kreativitas, kepercayaan diri dan keahlian secara taktik, dan penyelesaian yang cepat, bunga itu akhirnya sepenuhnya merekah dan Totti telah memiliki segala kemampuan untuk menjadi seorang gelandang serang modern. Di lapangan, ia naik-turun secara luwes dari lini tengah ke depan, berperan sebagai seorang finisher sekaligus pendukung striker.

Niels Liedholm ia adalah pelatih yang membawa roma scudetto ke-2 tahun ia berkata orang tak segan akan membayar hanya untuk melihatnya bermain. Kekaguman, kepercayaan diri, dan harapan positif masa kini dan masa depannya di dunia sepakbola teramat cerah. Namun mimpi bisa berubah dalam sekejap. Pada tahun 1996/1997, Roma menunjuk pelatih Argentina Carlos Bianchi, pria dibalik kesuksesan klub di kota Buenos Aires, Velez Sarsfield. Namun demikian, sang pelatih baru datang ke Roma dengan prasangka akan kemalasan si pemain Roma walaupun kemampuan Totti telah diakui, melalui umpan umpan akurat dan permainannya yang cemerlang.

Carlos Bianchi hanya memperlakukannya sebagai pemain tengah biasa dan merasa dapat mengarungi musim tanpanya. Roma selanjutnya harus menjalani bulan-bulan penuh kekalahan dan permainan tidak meyakinkan. Bianchi menekan klub untuk melego Totti ke Sampdoria atau ke Ajax,untuk mendapatkan playmaker Finlandia Jari Litmanen. Bianchi nyaris merubah sejarah (Semoga tidak ada lagi pelatih Roma yang menyia-nyiakan bakat-bakat muda potensialnya).

Kisah Totti diRoma sepertinya benar benar mendekati akhir, namun dalam turnamen Citta di Roma yang prestisius Roma bertanding melawan Ajax dan Totti membuat Stadion Olimpico bergemuruh dengan sebuah gol dan permainan yang brilian ia memenangkan pertarungannya dengan sang rival Jari Litmanen.

Akhirnya, Carlos Bianchi memberikan Franco Sensi sebuah ultimatum “pilih saya atau Totti?”. Sang pelatih Argentina berada di jalan buntu dan mengambil risiko, menyeret masa depan klub dan suporter bersamanya,berusaha menghilangkan pemain bintangnya yang hebat. Meskipun begitu,Franco Sensi mencintai Roma sepenuh hatinya dan pada diri Francesco Totti ia melihat gambaran, ia akan menjadi masa depan Roma seperti banyak pemain hebat di masa lalu, Francesco Totti akan mendapatkan nomor 10 karena bakat dan jiwanya. “Aku melihat seorang putra yang tak pernah kumiliki pada diri Francesco Totti” ungkap Franco Sensi. Setelah musim yang mengerikan itu,perpisahan dengan Carlos Bianchi tidak terelakkan. Hidup tersusun dari kebenaran yang tak dapat disangkal sebagai satu-satunya pelatih yang tidak mempercayai kemampuan Francesco Totti adalah kesalahan terbesar dalam menangani Roma.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Blogger Theme by Lasantha - Premium Blogger Templates | Affiliate Network Reviews